Studentsite merupakan salah satu jenis layanan berbentuk web yang disediakan oleh Universitas Gunadarma bagi para mahasiswanya dalam memberikan kemudahan untuk terus tetap update mendapatkan berbagai informasi yang diberikan oleh pihak Universitas. Studentsite sendiri mempunyai 23 menu layanan yang dapat membantu para mahasiswa menemukan informasi yang dikehendaki.
Kelebihan :
Memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan berbagai informasi. Baik beragam pengumuman hingga beragam informasi ada di studensite.
Kekurangan :
Dalam mengakses studensite, terkadang sering terjadi eror atau link sehingga mahasiswa tidak dapat melakukan log in meskipun telah memasukkan username dan password dengan benar.
http://studentsite.gunadarma.ac.id/login.php?cd=10&phpgw_forward=
Cari Blog Ini
Minggu, 31 Oktober 2010
Minggu, 17 Oktober 2010
Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Individu senantiasa akan dibebani oleh berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup sehingga memunculkan struktur masyarakat yang akan memantapkan masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini, tingkah laku individu berdasarkan pola pribadinya ada tiga kemungkinan, yaitu menyimpang, patuh atau mempengaruhi. Maka, baik atau buruknya pengaruh individu terhadap masyarakat ialah relatif.

a. Aliran asosiasi - pertumbuhan pada dasarnya ialah proses asosiasi. Pada proses ini, bagian-bagian ialah plot asosiasi primer. Bagian-bagian hadir terlebih dahulu, setelah itu baru akan membentuk keseluruhan. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain yang selanjutnya akan menjadi keseluruhan oleh asosiasi.
b. Aliran piskologi gestalt - pertumbuhan merupakan proses diferensiasi. Dalam proses ini, keseluruhan hadir terlebih dahulu, selanjutnya baru bagian-bagian yang hadir. Maka dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ialah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu yang beranjak dari secara keseluruhan, setelah itu baru mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
c. Aliran sosiologi - pertumbuhan ialah sosialisasi yaitu proses perubahan dari mula-mula asosial kemudian disosialisasikan setahap demi setahap.
Pertumbuhan yang senantiasa terkait dengan seorang-perorang atau individu, tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor yang beragam dan faktor-faktor tersebut, yaitu
a. Pandangan nativistik - pertumbuhan individu yang hanya dipengaruhi secara genetika.
b. Pandangan empiristik dan envirnmentalistik - pertumbuhan yang terbentuk karena pengaruh lingkungan sekitar dan sifat genetis tidak berperan sama sekali.
c. Pandangan konvergensi dan interaksionisme - pertumbuhan yang mula-mula didasarkan pada berpengaruhnya sifat genetis dan lingkungan terhadap individu. Selanjutnya, pandangan ini mengalami pengembangkan bahwa perumbuhan individu merupakan hasil dari interaksi antara sifat genetis dan lingkungannya.

Fungsi keluarga mempunyai beragam fungsi yang dapat dikelompokan ke dalam beberapa bagian, yaitu
a. Fungsi biologis - penitikberatan berada pada bagaimana orang tua mempersiapkan anaknya dalam memasuki jenjang pernikahan sehingga dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang harmonis kelak.
b. Fungsi pemeliharaan - dalam hal ini, sebuah keluarga diharuskan memberikan rasa aman bagi anggota keluarganya sehingga terlindungi dari gangguan-gangguan. Bila fungsi dijalankan dengan baik, maka akan terwujud rasa aman di dalam masyarakat.
c. Fungsi ekonomi - keluarga sebagai tempat bagi setiap anggotanya diharuskan dapat menyelenggarakan kebutuhan pokok dan melengkapi kebutuhan jasmaniah sehingga dapat berkembang dengan baik.
d. Fungsi keagamaan - agama sebagai pedoman dasar bagi keluarga merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi agar sesuai dengan fungsi diri sebagai manusia.
e. Fungsi sosial – dengan fungsi ini diharapkan akan adanya pewarisan kebudayaan kepada generasi penerusnya.

a. Masyarakat sederhana
b. Masyarakat modern
Masyarakat sendiri dapat dibedakan menjadi
a. Masyarakat non industri - secara garis besar dibedakan kembali menjadi dua, yaitu primary group(keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, rukun tetangga, dan sebagainya) dan secondary group (semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan,ormas yang tidak resmi).
b. Masyarakat industri - sekelompok masyarakat yang bermata pencaharian dalam bidang industri.

Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat. Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk. Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut. Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
Sumber :
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk. Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut. Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
Studi Kasus :
Keluarga merupakan unsur terpenting dalam mengembangkan sebuah masyarakat yang aman, damai, dan bertoleransi tinggi. Bila keluarga terbangun dengan baik satu sama lainnya, baik dari sisi internal maupun eksternal, maka akan terbentuk suatu komunitas masyarakat yang sesuai dengan yang diharapkan, tentunya dalam konteks kebaikan. Namun, sering kali dijumpai banyak keluarga yang mengalami kemelut yang tak terselesaikan, bahkan hingga terjadi kekerasan di antara anggota keluarga itu sendiri. Bila hal ini dibiarkan terus menerus, maka kemungkinan besar masyarakat yang terbentuk akan memiliki karakteristik yang sama dengan keluarga yang membentuknya. Menanggapi hal ini, sebuah keluarga sebaiknya harus bisa memainkan peranannya dengan menjaga keharmonisan di antara anggota keluarga itu. Sebuah masalah pasti mempunyai jalan keluarnya, dengan menanamkan pandangan ini, maka sebuah keluarga akan senantiasa terjaga dalam keharmonisan hidup.

Sumber :
1. Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje .1997.MKUD ISD.Depok:Universitas Gunadarma.
2. www.google.com
Selasa, 05 Oktober 2010
ISD Sebagai Salah Satu MKDU
Perguruan Tinggi merupakan fase akhir dari hirarki tingkatan pendidikan dan permulaan dari fase meleburnya individu dalam ranah yang lebih luas, yakni masyarakat dan lingkungan. Dalam hal ini, seorang siswa berjalan dan melangkah menjadi individu yang lebih dari sekedar ‘siswa’ dengan sebuah makna kata yang lebih luas, mahasiswa. Perguruan Tinggi sebagai sebuah institusi satuan pendidikan akhir mempunyai peranan tanggung jawab sebagai pembentuk pribadi individu yang telah bergabung dengan adanya penerapan pendidikan umum.

Selaku Perguruan Tinggi tentunya memberikan satuan pendidikan tinggi yang diharapkan mampu meluluskan individu yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri atas :
a. Kemampuan akademik, yaitu kemampuan yang bersifat akademis yang diperoleh mahasiswa sebagai dasar dalam mempelajari dan memperoleh ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran yang berkelanjutan.
b. Kemampuan profesi, yaitu kemampuan yang diterima oleh setiap mahasiswa melalui mata kuliah keahlian dalam penekunan bidang yang diambil dan yang akan diimplementasikan dalam profesi yang akan dipilih dan dijalani.
c. Kemampuan pribadi, yaitu kemampuan yang diterima oleh mahasiswa melalui sekelompok mata kuliah yang tergabung dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang diharapkan membentuk pribadi individu yang unggul tak hanya secara akademis, namun juga nonakademis.
Mata Kuliah Dasar Umum sebagai salah satu mata kuliah yang diperlukan dalam perkuliahan Pendidikan Tinggi mempunyai salah satu mata kuliah yang berperan penting, yaitu Ilmu Sosial Dasar (ISD). Mata kuliah ini diberikan dalam rangka pencapaian untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan agar daya tangkap, pandangan, dan penalaran mahasiswa dalam mengkaji dan menghadapi baik gejala-gejala sosial maupun lingkungan sosial menjadi lebih peka.

ISD sebagai salah satu mata kuliah dasar umum mempunyai beberapa tujuan yang mendasar, yaitu
a. memahami dan menyadari adanya kenyataan sosial dan masalah sosial yang ada dalam masyarakat,
b. peka terhadap masalah sosial dan tanggap umtuk ikut serta dalam usaha penanggulangannya,
c. menyadari sepenuhnya bahwa dalam setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat bersifat kompleks dan hanya dapat diselesaikan secara kritis-interdisipliner,
d. memahami dan berkomunikasi dengan berbagai ahli bidang disiplin ilmu dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Disiplin ilmu yang telah ada saat ini telah mengalami perkembangan yang maju dan pesat. Berdasarkan berbagai disiplin ilmu yang telah ada hingga saat ini, filsafat merupakan induk dari berbagai ilmu pengetahuan. Lalu, berbagai ilmu pengetahuan tersebut dikelompokan menjadi tiga bagian, yaitu
a. ilmu alamiah (natural sciences), meliputi : fisika, kimia, biologi, dll;
b. ilmu sosial (social sciences), meliputi : sosiologi, ekonomi, politik, dll;
c. ilmu budaya (humanities), meliputi : agama, kesenian, bahasa, dll.
Dalam ilmu sosial tentunya ada pembahasan tentang masalah sosial. Masalah sosial merupakan masalah yang timbul akibat adanya penyimpangan sosial di dalam masyarakat yang biasanya terlibat dan saling berkaitan antara berbagai kenyataan sosial. Masalah sosial sendiri dapat dijabarkan ke dalam delapan bahasan, yaitu
a. masalah kependudukan yang berhubungan dengan perkembangan kebudayaan masyarakat,
b. masalah individu, keluarga, dan masyarakat,
c. masalah pemuda dan sosialisasi,
d. masalah hubungan antar warga negara dan negara,
e. masalah hubungan pelapisan sosial dan kesamaan derajat,
f. masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan,
g. masalah pertentangan sosial dan integrasi,
h. pemanfaatan ilmu dan teknologi bagi kemakmuran dan kesjahteraan masyarakat.
Studi kasus :
Masalah sosial seringkali terjadi di sekitar kita dan salah satu contoh yang menarik,yaitu yang berkaitan dengan masalah pemuda dan sosialisasi. Misal, para pemuda yang berkelahi dalam jumlah yang banyak sering kita temui dan lihat, terutama pada saat siaran berita di berbagai stasiun televisi. Mereka terlihat sangat tidak terkendali dan menganggap bahwa perkelahian yang disebut tawuran adalah hal yang biasa bahkan ada yang menjadikan ajang perkelahian tawuran ini sebagai suatu ‘budaya dan tradisi’ di kalangan mereka sendiri. Pihak aparat keamanan yang berwenang pun seringkali kewalahan dalam menangani mereka dan tak sedikit masyarakat sekitar yang dirugikan akibat ulah para pemuda ini. Melihat masalah sosial ini, saya menyarankan agar para orang tua membekali anak-anak mereka dengan pemahaman akan pentingnya bertoleransi dan menjaga kerukunan serta keharmonisan antara sesama. Tak pula sikap saling menghargai dan menghormati perlu dtanamkan dengan baik terutama bagi para anak yang masih dini tuk mengenal kekerasan. Penyuluhan demi penyuluhan pun hendaknya diberikan oleh berbagai pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat agar masalah sosial ini dapat ditekan sekecil mungkin, khususnya bagi para pemuda yang sudah dapat dianggap dewasa. Maka, peran masyarakat pun berpengaruh besar dalam masalah sosial yang terjadi di antara mereka sendiri, apakah yang diinginkan berupa keadaan kondusif ataukah justru kekacauan ? Hanya Tuhan dan mereka yang tahu.
Sumber :
1. Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje .1997.MKUD ISD.Depok:Universitas Gunadarma.
2. www.google.com
Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam menyumbang masalah ekonomi, sosial, dan budaya bagi suatu negara. Pertumbuhan penduduk yang beragam dan majemuk bisa kita lihat dan amati dalam berbagai cara dan cara yang termudah ialah melalui piramida penduduk. Piramida penduduk ini terbagi ke dalam tiga macam, yaitu :
a. Piramida Penduduk Muda
Piramida yang menggambarkan komposisi penduduk berada dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Pada piramida ini difokuskan terhadap jumlah angka kelahiran yang lebih tinggi dari jumlah angka kematian dan biasanya kita jumpai di antara negara- negara berkembang. Contohnya : Indonesia, India, dan Brazil.
b. Piramida Penduduk Stasioner
Piramida yang menggambarkan keadaan penduduk yang berada dalam jumlah yang relatif tetap ( statis ) sebab jumlah angka kematian yang relatif rendah dan angka kelahiran yang tidak terlalu tinggi. Sistem piramida ini dapat dijumpai di antara negara-negara maju, contohnya : Swedia, Belanda, dan Skandinavia.
c. Piramida Penduduk Tua
Piramida yang menggambarkan adanya tingkat penurunan jumlah angka kelahiran yang sangat tajam dan jumlah angka tingkat kematian yang sangat kecil. Hal ini terjadi bila jumlah angka kelahiran yang berjenis kelamin laki-laki besar sehingga suatu negara bisa mengalami kekurangan jumlah penduduk. Contohnya : Jerman, Inggris, Belgia, dan Perancis.
Persebaran Penduduk
Persebaran penduduk atau yang dikenal juga sebagai mobilitas penduduk merupakan salah satu bentuk dinamika atas kemajemukan jumlah dan pola ragam dari dinamisnya pertumbuhan dan perkembangan penduduk di suatu wilayah atau negara. Mobilitas ini mencakup perpindahan yang bersifat teritori, baik yang secara permanen maupun sementara. Perpindahan atau mobilitas ini bisa terlihat dari gerakan perpindahan penduduk yang dinamakan migrasi. Migrasi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu
a. migrasi permanen dan
b. migrasi non permanen atau mobilitas sirkuler ( musiman ).

a. persediaan sumber daya alam,
b. lingkungan sosial budaya,
c. potensi ekonomi, dan
d. alat masa depan.
Dengan kemungkinan adanya hambatan, maka proses migrasi berlangsung dalam dua tahap, yaitu
a. migrasi bertahap dan
b. migrasi langsung.
Di Indonesia sendiri, migrasi dikenal ke dalam dua jenis, yaitu :
a. Urbanisasi ialah migrasi dari desa ke kota.
b. Transmigrasi ialah migrasi dari satu wilayah ke wilayah lain yang berlainan pulau.
Pallard - Komposisi penduduk merupakan distribusi statistik jumlah individu yang tercakup di dalam jumlah penduduk tertentu menurut karakteristik seperti usia, pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya.
Josepx Y Spengler dan Otis Douley Duncan – Komposisi penduduk sebagai gabungan frekuensi penyebaran yang terukur.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, komposisi penduduk merupakan pengelompokan daripada penduduk yang didasarkan pada karakteristik tertentu yang disesuaikan kegunaannya. Komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin mempunyai manfaat yang besar dalam mengetahui :
a. Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
b. Rasio ketergantungan.
c. Jumlah wanita dalam usia subur.
d. Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
e. Tempat tinggal.
f. Bentuk piramida penduduk.
John Clark – Pertumbuhan penduduk bisa dikatakan cepat bila golongan usia 0-14 tahun lebih dari 40% atas golongan usia 60 tahun dan sama atau lebih kurang dari 10%.
Rasio Ketergantungan
Rasio ketergantungan merupakan angka yang menunjukan jumlah perbandingan penduduk golongan usia yang belum produktif dan yang sudah tidak produktif kerja dengan jumlah penduduk golongan produktif kerja. Batas usia dalam penggolongan produktif kerja di setiap negara berbeda tergantung dengan keadaan ekonomi dan sosial yang terjadi pada masa itu.
Rumus :
DR = 

atau
DR = 

Semakin tinggi jumlah penduduk usia muda dan jompo semakin besar pula rasio ketergantungannya. Hal ini dapat menjadi beban bagi kelompok usia produktif kerja sehingga mereka dituntut untuk menghasilkan barang dan jasa lebih tinggi untuk kelompok usia muda dan jompo. Ukuran yang menjadi standarisasi dalam rasio ketergantungan, yaitu
a. DR kurang dari 62,33 % ialah baik dan
b. DR lebih dari 62,33 % ialah buruk.
Penggolongan usia
DW Sleumer
0 – 14 golongan belum produktif
15 – 19 golongan kurang produktif penuh
20 – 54 golongan produktif
55 – 64 golongan tidak produktif
65 ke atas golongan tidak produktif penuh
Sumbarg
0 – 14 golongan belum produktif
15 – 64 golongan produktif penuh
65 ke atas golongan produktif berkurang
Widjojo, Pullerd, dan John Clark
0 – 14 golongan belum produktif
15 – 64 golongan produktif
65 ke atas golongan tidak produktif
Studi Kasus :

Sumber :
1. Harwantiyoko dan F. Katuuk, Neltje .1997.MKUD ISD.Depok:Universitas Gunadarma.
2. www.google.com
Langganan:
Postingan (Atom)