Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 21 Juni 2012

Jenis-Jenis Zat Makanan Utama Bagi Tubuh



                Makanan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang berperan penting dalam keberlangsungan hidupnya. Makanan atau bahan makanan ialah segala sesuatu yang dimasukan ke dalam tubuh baik dalam bentuk padat maupun cairan melalui saluran pencernaan. Bahan makanan dapat dikatakan baik dan sehat bila ia mengandung nilai gizi dan nutrisi yang cukup yang terkandung di dalam zat-zat makanan. Zat-zat makanan yang terdapat di dalam bahan makanan yang baik dan sehat, terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
                Berdasarkan fungsinya di dalam tubuh, zat-zat makanan dapat dikelompokan ke dalam tiga hal, yaitu :
a)      Sebagai Penghasil Energi
Zat makanan yang apabila mengalami oksidasi melalui proses respirasi seluler, maka akan menghasilkan energi dan zat makanan tersebut meliputi karbohidrat, protein, dan lemak. Besarnya energi berupa  kalori pada karbohidrat sebesar 4,1 kilokalori, protein sebesar 4,1 kilokalori, dan lemak sebesar 9,1 kilokalori.
b)      Sebagai Pembangun atau Pembentuk Tubuh
Zat makanan yang berfungsi dalam penyusunan sel-sel tubuh atau sebagai pengganti sel-sel yang rusak dan zat makanan tersebut meliputi protein dan mineral.
c)       Sebagai Pelindung
Zat makanan yang berfungsi dalam proses menjaga keseimbangan tubuh ( homeostatis ) dan berperan dalam reaksi biokimia dalam tubuh serta zat makanan tersebut meliputi vitamin dan mineral.
                Zat-zat makanan yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air akan diuraikan secara singkat di bawah ini.
a)      Karbohidrat
Senyawa organik yang terdiri atas unsur C ( Carbon ), H ( Hidrogen ), dan O ( Oksigen ). Berdasarkan susunan molekulnya, senyawa organik ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
1)      Polisakarida : senyawa organik yang tersusun oleh selulosa, glikogen, lignin, pectin, dan heparin.
2)      Disakarida : senyawa organik yang tersusun oleh sukrosa, maltose, selebiosa, dan laktosa.
3)      Monosakarida : senyawa organik yang tersusun oleh glukosa, fruktosa dan galaktosa.
Senyawa organik ini memiliki kelebihan, yaitu dapat diubah menjadi senyawa organik lain pada saat di dalam tubuh dan memiliki manfaat sebagai sumber energi. Contoh dari karbohidrat, diantaranya berada di dalam beras, gandum, kentang, umbi-umbian, jagung, dan gula.
b)      Protein
Protein ialah senyawa yang terdiri atas unsur C ( Carbon ), H ( Hidrogen ), O ( Oksigen ), N ( Nitrogen ), dan terkadang termasuk  S ( Sulfur ) dan P ( Fosfat ). Protein memiliki komponen dasar penyusun yang bernama asam amino dan asam amino dibedakan menjadi dua macam berdasarkan pada kemampuan tubuh dalam pembentukannya, yaitu :
1)      Asam amino esensial : asam amino yang penting bagi tubuh dan tidak dapat disintesis oleh tubuh. Asam amino jenis ini terdiri atas arginine, fenilalanin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, treonin, tripofan, dan valin.
2)      Asam amino nonesensial : asam amino yang mampu disintesis oleh tubuh. Asam amino jenis ini terdiri atas alanine, asam aspartat, asam glutamate, sistin, glisin, hidroksiprolin, prolin, serin, dan tirosin.
Berdasarkan sumber asalnya, protein dapat dikelompokan menjadi dua golongan, yaitu :
1)      Protein hewani : protein yang terdapat/bersumber dari hewan. Misalnya daging, ikan, susu, keju, dan telur.
2)      Protein nabati : protein yang terdapat/bersumber dari tumbuh-tumbuhan. Misalnya gandum dan jenis kacang-kacangan.
Senyawa ini memiliki kelebihan, yaitu dapat menjadi sumber asam amino untuk disintesis menjadi asam amino lain dan protein serta memiliki manfaat yang cukup banyak, diantaranya :
1)      Sebagai sumber energi.
2)      Untuk pembentukan enzim.
3)      Sebagai penyusun hormone.
4)      Untuk menjaga tekanan osmosis cairan ekstraseluler.

c)       Lemak
Senyawa organik yang terdiri atas unsur C (Carbon ), H ( Hidrogen ), dan O ( Oksigen ). Berdasarkan susunan struktur kimiawinya, lemak dapat dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh ialah lemak yang mengandung asam lemak jenuh ( asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap ) dan lemak tak jenuh ialah lemak yang disusun oleh asam lemak tak jenuh ( asam lemak yang memiliki ikatan rangkap ). Lemak dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu :
1)      Sumber hewani, diantaranya keju, minyak ikan, lemak daging, susu, dan ikan basah.
2)      Sumber nabati, diantaranya kemiri, kelapa, kacang-kacangan dan buah alpukat.
Senyawa organik ini memiliki kelebihan, yaitu saat terjadi kelebihan lemak di dalam tubuh, lemak yang berlebih tersebut disimpan dalam jaringan lemak sebagai cadangan makanan dan lemak memiliki manfaat yang cukup banyak, diantaranya :
1)      Sebagai sumber energi.
2)      Untuk menyusun membrane sel.
3)      Sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K.
4)      Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah.

d)      Vitamin
Substansi berupa senyawa organik yang berperan penting bagi tubuh karena ia dibutuhkan dalam diet dengan jumlah yang relatif kecil, namun sangat penting bagi reaksi biokimia dalam tubuh. Vitamin yang dikonsumsi oleh tubuh dapat berdampak tidak baik bila dikonsumsi secara tidak tepat, baik berlebihan maupun kekurangan dan dampak yang tidak baik tersebut dinamakan kelainan. Kelainan yang berhubungan dengan vitamin ada dua macam, yaitu :
1)      Avitaminosis : Kekurangan suatu jenis vitamin.
2)      Hipervitaminosis : Kelebihan suatu jenis vitamin.
Vitamin itu sendiri terbagi  ke dalam dua kelompok, yaitu :
1)      Vitamin yang larut dalam lemak, misalnya vitamin A,D,E, dan K.
2)      Vitamin yang larut dalam air, misalnya vitamin B dan C.

e)      Mineral
Nutrient anorganik yang biasanya berbentuk garam yang larut dalam makanan dan air saat masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan sifat jenis kebutuhannya bagi tubuh, mineral terbagi menjadi dua, yaitu :
1)      Esensial : mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sebesar 100 mg atau lebih per harinya. Mineral jenis ini terdiri atas  Na ( Natrium ), Cl ( Klorida ), K ( Kalium ), Ca ( Kalsium ),  P ( Fosfor ), Mg ( Magnesium ), dan S ( Sulfur ).
2)      Trace element : mineral yang dibutukan tubuh dalam jumlah sebesar kurang dari 100 mg per harinya. Mineral jenis ini terdiri atas Fe ( Besi ), Cu ( Tembaga ), F ( Fluor ), dan Se ( Selenium ).
Senyawa organik memilki manfaat yang cukup banyak, diantaranya, yaitu :
1)      Sebagai kofaktor berbagai enzim.
2)      Untuk kontraksi otot.
3)      Sebagai neurotransmitter.
4)      Untuk menjaga tekanan osmotik cairan ekstraseluler.
5)      Sebagai zat pembangun dan pengatur.

f)       Air
Senyawa ini memiliki peranan vital bagi tubuh manusia sehingga manusia membutuhkan senyawa ini dalam jumlah yang banyak. Hal ini dikarenakan kurang dari 80 % komponen tubuh manusia disusun oleh senyawa ini. Senyawa ini di dalam tubuh memiliki manfaat yang berarti dan cukup banyak, diantaranya :
1)      Sebagai bahan pelarut utama dalam melarutkan zat-zat makanan.
2)      Sebagai bahan pengangkut dalam mengangkut zat-zat makanan dari jaringan satu ke jaringan lain ataupun dalam mengangkut sampah/sisa hasil metabolisme tubuh.
3)      Untuk menjaga stabilitas suhu tubuh.
4)      Untuk memelihara keseimbangan tubuh.
Demikian uraian singkat mengenai jenis-jenis zat makanan utama bagi tubuh. Semoga, setelah mengetahui informasi ini, kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita dengan menjaga asupan makanan yang baik dan benar.

Sumber :
Santoso, Begot.2007.Biologi Untuk SMA.Jakarta:Interplus.
http://cintamakhlukvegan.files.wordpress.com/2010/11/carbohydrate.jpg
http://mmorris.webs.com/protein-diet-image.jpeg
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/spaw/uploads/images/article/image/2009_05_29_05_20_46_fat-d-b.jpg
http://zulliesikawati.files.wordpress.com/2008/11/ist2_6475935-vitamin-s-table-with-food-icons.jpg
http://harmonscience6.wikispaces.com/file/view/minerals-chart.jpg/259931484/minerals-chart.jpg





http://4.bp.blogspot.com/_JNmQwsyVAUU/TSShSlQn5cI/AAAAAAAABGU/rGtrHheUHuk/s320/air-putih.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar